Pages: [1]
Print
Author Topic: Teknik Budidaya Kopi  (Read 8339 times)
tommy
Newbie


Points: 0
Posts: 43


Forza Lazio!!!

iriducibilli_13
View Profile WWW
« on: 20 November 2009, 03:23:36 WIB »


I. PENDAHULUAN
Tanaman Kopi merupakan tanaman yang sangat familiar di lahan pekarangan penduduk pedesaan di Indonesia. Jika potensi dahsyat ini bisa kita manfaatkan tidaklah sulit untuk menjadikan komoditi ini menjadi andalan di sektor perkebunan. Hanya butuh sedikit sentuhan teknis budidaya yang tepat, niscaya harapan kita optimis menjadi kenyataan.



II. PERSIAPAN LAHAN
- Untuk tanah pegunungan/miring buat teras.
- Kurangi/tambah pohon pelindung yang cepat tumbuh kira-kira 1:4 hingga 1: 8 dari jumlah tanaman kopi.
- Siapkan pupuk kandang matang sebanyak 25-50 kg, sebarkan Natural GLIO, diamkan satu minggu dan buat lobang tanam 60 x 60, atau 75 x 75 cm dengan jarak tanam 2,5x2,5 hingga 2,75 x 2,75 m minimal 2 bulan sebelum tanam

III. PEMBIBITAN
- Siapkan biji yang berkualitas dari pohon yang telah diketahui produksinya biasanya dari penangkar benih terpercaya.
- Buat kotak atau bumbunan tanah untuk persemaian dengan tebal lapisan pasir sekitar 5 cm.
- Buat pelindung dengan pelepah atau paranet dengan pengurangan bertahap jika bibit telah tumbuh
- Siram bibitan dengan rutin dengan melihat kebasahan tanah
- Bibit akan berkecambah kurang lebih 1 bulan, pilih bibit yang sehat dan lakukan pemindahan ke polibag dengan hati2 agar akar tidak putus pada umur bibit 2 -3 bulan sejak awal pembibitan
- Tambahkan pupuk NPK sebagai pupuk dasar (lihat tabel) hingga umur 12 bulan
- Siramkan SUPERNASA dosis 1 sendok makan per 10 liter air, ambil 250 ml per pohon dari larutan tersebut
- Setelah bibit umur 4 bulan semprotkan 2 tutup POC NASA per tangki sebulan sekali hingga umur bibit 7-9 bulan dan siap tanam

Tabel Dosis Pupuk Untuk Bibit Kopi



Catatan : Jenis dan dosis pupuk bisa sesuai dengan anjuran dinas pertanian setempat. Perhatikan kelembapan tanah agar bibit tidak terkena serangan karat daun.

IV. PENANAMAN
- Masukkan pupuk kandang dengan campuran tanah bagian atas saat penanaman bibit.
- Usahakan saat tanam sudah memasuki musim hujan.
- Lakukan penyiraman tanah setelah tanam
- Hindarkan resiko kematian tanaman baru dari gangguan ternak.

V. PENYULAMAN
- Lakukan penyulaman segera jika tanaman mati atau gejala pertumbuhannya tidak normal.
- Penyulaman dilakukan awal musim hujan

VI. PENYIRAMAN
Lakukan penyiraman jika tanah kering atau musim kemarau

VII. PEMUPUKAN
- Pemupukan NPK diberikan dua kali setahun, yaitu awal dan akhir musim hujan.
- Setelah pemupukan sebaiknya disiram.

Jenis dan Dosis Pupuk Makro sesuai table.



Catatan : Jenis dan Dosis pupuk sesuai dengan jenis tanah atau rekomendasi dinas pertaniam setempat

Cara pemupukan dibuat lubang kecil mengelilingi tanaman sejauh lebar tajuk, pupuk dimasukan dan ditutup tanah.
Akan lebih baik ditambah pupuk organik SUPERNASA dosis 1 botol untuk 200 tanaman . 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon atau siram atau kocorkan SUPERNASA 1 sendok makan per 10 liter air setiap 3-6 bulan sekali.
Semprotkan POC NASA 3-4 tutup + HORMONIK 1-2 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali

VIII. PEMANGKASAN
Lakukan pemangkasan rutin setelah berakhirnya masa panen (pangkas berat) untuk mengatur bentuk pertumbuhan, mengurangi cabang tunas air (wiwilan), mengurangi penguapan dan bertujuan agar terbentuk bunga, serta perbaikan bagian tanaman yang rusak.
Pemangkasan pada awal atau akhir musim hujan setelah pemupukan

IX. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

A. H A M A
1. Bubuk buah kopi (Stephanoderes hampei) serangan di penyimpanan buah maupun saat masih di kebun . Pencegahan dengan PESTONA atau BVR secara bergantian
2. Penggerek cabang coklat dan hitam (Cylobarus morigerus dan Compactus ) menyerang ranting dan cabang. Pencegahan dengan PESTONA.
3. Kutu dompolan (Pseudococcus citri) menyerang kuncup bunga, buah muda, ranting dan daun muda, pencegahan gunakan PESTONA, BVR atau PENTANA.+ AERO 810 secara bergantian

B. PENYAKIT
1. Penyakit karat daun disebabkan oleh Hemileia vastatrix , preventif semprotkan Natural GLIO
2. Penyakit Jamur Upas disebabkan oleh Corticium salmonicolor : Kurangi kelembaban , kerok dan preventif oleskan batang/ranting dengan Natural GLIO + POC NASA
3. Penyakit akar hitam penyebab Rosellina bunodes dan R. arcuata. Ditandai dengan daun kuning, layu, menggantung dan gugur. preventif dengan Natural GLIO
4. Penyakit akar coklat penyebabnya : Fomes lamaoensis atau Phellinus lamaoensis preventif dengan Natural GLIO
5. Penyakit bercak coklat pada daun oleh Cercospora cafeicola Berk et Cooke pencegahan dengan Natural GLIO
6. Penyakit mati ujung pada ranting.Penyebabnya Rhizoctonia .Preventif gunakan Natural GLIO.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

X. P A N E N
Kopi akan berproduksi mulai umur 2,5 tahun jika dirawat dengan baik dan buah telah menunjukkan warna merah yang meliputi sebagian besar tanaman, dan dilakukan bertahap sesuai dengan masa kemasakan buah.

XI. PENGOLAHAN HASIL
Agar dipersiapkan terlebih dahulu tempat penjemuran, pengupasan kulit dan juga penyimpanan hasil panen agar tidak rusak akibat hama pasca panen. Buah panenan harus segera diproses maksimal 20 jam setelah petik untuk mendapatkan hasil yang baik.

Penyebab Kerusakan Kopi Beras :
1. Biji keriput : asal buah masih muda
2. Biji berlubang :kopi terserang bubuk
3. Biji kemerahan : Kurang bersih mencucinya
4. Biji pecah : mesin pengupas kurang sempurna, berasal dari buah yang terserang bubuk, pada saat pengupasan dengan mesin kopi terlalu kering.
5. Biji pecah diikuti oleh perubahan warna: mesin penguap dan pemisah kulit dengan biji kurang sempurna, fermentasi pada pengolahan basah kurang sempurna.
6. Biji belang : pengeringan tidak sempurna, terlalu lama disimpan , suhu penyimpanan terlalu lembab.
7. Biji Pucat : terlalu lama disimpan di tempat lembab
8. Biji berkulit ari : Pengeringan tidak sempurna atau terlalu lama, pada pengeringan buatan suhu awal terlalu rendah.
9. Biji berwarna kelabu hitam : pada pengeringan buatan suhunya terlalu tinggi.
10. Noda-noda cokelat hitam : pada pengeringan buatan, kopi tidak sering diaduk/dibolak-balik.

sumber : http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-kopi.html
Logged

lazialita!
LUWAK
Newbie


Points: 0
Posts: 52


semangat baru di tiap gelas kopi


View Profile
« Reply #1 on: 02 January 2010, 09:10:17 WIB »

Eh gan kalo kita coba tanam kopi di halaman rumah kita kira-kira tumbuh gak ya?Terus yang nentuin rasa kopi yang berbeda itu lahan penanaman ato varietas kopinya ya?
Maksudnya apabila kita bawa bibit kopi lampung n kita tanam di Jawa apa hasilnya akan sama dengan kopi lampung yang ditanam di lampung?
Logged
beancoolencoffee
Newbie


Points: 0
Posts: 29



View Profile WWW Email
« Reply #2 on: 22 January 2010, 07:02:22 WIB »

tidak semua tanah/lahan kaleeeeeee....
mau pake tekhnik budidaya dari hongkong ,,kalau nanam di jawa tetap aja jelek hasilnya...
tapi kalau dataran bukit barisan,sepanjang sumatra,,ibarat kate,,dilempar juga jadi///hasilnya lebih bagus,,dan terbukti,,,, malah berak musang aja mahal,,,heeeeeee

jadi saya fikir,, khusus untuk kopi,, tanah jadi bahan dasar uji utama...
sebelum pendahuluan malah,,,huaaaaaa.. Grin
Logged
faisol mahdi
Newbie


Points: 0
Posts: 3


View Profile
« Reply #3 on: 20 June 2010, 22:57:26 WIB »

juragan mau tanya kalau ada yang dapat membuat mini roaster yang berkwalitas bagaimana menurut juragan
Logged
sasang
Newbie


Points: 0
Posts: 31


Lebih Kecil, Lebih Sederhana, Lebih Bersahabat

refreshindonesia
View Profile WWW Email
« Reply #4 on: 05 July 2010, 18:22:47 WIB »

Tanaman kopi ini bisa di tanam di dataran rendah gak om yha.. Huh








http://refreshindonesia.com/
Logged

Lebih Kecil, Lebih Sederhana, Lebih Bersahabat
REFRESHO KEDAI KOPI
http://refreshindonesia.com/
topazo
Newbie


Points: 0
Posts: 3


View Profile
« Reply #5 on: 14 September 2010, 14:35:17 WIB »

Boss TS dan teman2 semua, kami lagi berencana menanam kopi di kaki Gunung Burangrang (kira2 1000-1500 dpl), katanya yang bagus di pegunungan itu arabika ya?
Terus, boss TS tau gak kira2 teknik budidaya kopi, tapi ala wanatani (jadi penanaman kopi bukan khusus di kebun kopi, tapi diselap-selipin di hutan)...
Terima kasih sebelumnya...
Logged
DennysCoffeeBdg
Coffee Holic
**

Points: 0
Posts: 308

dennydjaja
View Profile WWW Email
« Reply #6 on: 02 April 2012, 17:23:49 WIB »

Eh gan kalo kita coba tanam kopi di halaman rumah kita kira-kira tumbuh gak ya?Terus yang nentuin rasa kopi yang berbeda itu lahan penanaman ato varietas kopinya ya?
Maksudnya apabila kita bawa bibit kopi lampung n kita tanam di Jawa apa hasilnya akan sama dengan kopi lampung yang ditanam di lampung?

emang rumah agan di ketinggian brapa?600m-800m dpl atau 1000m-1600m dpl Cheesy

ane aja nyimpen pohon arabika dirumah setelah 2taun tetep aja ga ninggi2 haha Cheesy
Logged
the_ramsar
Newbie


Points: 0
Posts: 10


View Profile Email
« Reply #7 on: 05 December 2012, 11:21:51 WIB »

Saya pernah membaca di media lebih dari 30% kopi dari Indonesia di tolak oleh negara pengimport seperti Jepang karena mengandung pestisida dan unsur kimiawi yang dibawa pada proses pembudidayaan. mungkin alangkah baik dan bijaksananya agan juga menjelaskan cara budidaya kopi 100% organik. Seperti halnya survey yang saya lakukan di daerah Pengalengan, mereka membudidayakan kopi secara organik dengan bibit varietas unggul Lini S - 795. Grin
Logged
the_ramsar
Newbie


Points: 0
Posts: 10


View Profile Email
« Reply #8 on: 05 December 2012, 11:30:02 WIB »

Saya pernah membaca di media lebih dari 30% kopi dari Indonesia di tolak oleh negara pengimport seperti Jepang karena mengandung pestisida dan unsur kimiawi yang dibawa pada proses pembudidayaan. mungkin alangkah baik dan bijaksananya agan juga menjelaskan cara budidaya kopi 100% organik. Seperti halnya survey yang saya lakukan di daerah Pengalengan, mereka membudidayakan kopi secara organik dengan bibit varietas unggul Lini S - 795. Grin


monggo diliat2x profil benihnya disini agan2x http://kopi-wanalestari.blogspot.com/2011/05/proyek-pembibitan.html
Logged
Pages: [1]
Print
Jump to: