Pages: [1] 2
Print
Author Topic: Kopi Luwak  (Read 992 times)
aulia
Newbie


Points: 0
Posts: 45


View Profile
« on: 20 October 2009, 23:15:13 WIB »

Kopi Luwak....

biji kopi paling mahal di dunia (katanya) Tongue pasti udah ada yang pernah nyoba... masak kopi luwak asal indonesia dan orang lokal (indonesia) belum pernah nyoba kopi luwak... hehehhe... padahal gw sendiri belum pernah nyoba... Cry

share dong disini, gimana sih rasanya? trus enaknya dibuat yang seperti apa? oya, sama ciri2 kopi luwak tuh seperti apa ya? (fisik maupun rasa).

monggo....

Logged
lalaru
Newbie


Points: 0
Posts: 53



View Profile
« Reply #1 on: 21 October 2009, 10:10:22 WIB »

rasanya kaya oralit asem basi he he he. entah karena dibuatin ato emang rasanya begitu jadinya dissapointed.

mungkin temen gw belinya palsu kali yah.
Logged
jonii
Newbie


Points: 0
Posts: 7


View Profile Email
« Reply #2 on: 22 October 2009, 07:41:47 WIB »

Pernah minum beberapa kali dari 2 paket pembelian yang berbeda

Paket yang pertama, saya menikmati sekali wanginya, top banget. Kemudian pada saat mencicipinya, pada awalnya terasa pahit seperti khasnya kopi, akan tetapi setelah tetes terakhir melewati kerongkongan saya, rasa pahitnya tak bersisa. Semua kembali normal.
Saya ingat, waktu itu penjualnya menawarkan kopinya mau digoreng ala Amerika, Eropa, atau Asia. Terus terang saya tidak mengerti maksudnya apa, akhirnya yang diambil adalah ala Asia. Katanya yang Eropa rasanya pahit-pahit asam.

Paket yang kedua, masih dengan ala Asia, saya sudah tidak menemukan kenikmatan yang sama pada saat menikmati paket yang pertama. Wanginya masih sama khas sekali, hanya rasanya tidak senikmat yang pertama.

Saya juga newbie... dan cuma menceritakan pengalaman menikmati kopi luwak yang pernah dibeli langsung dari distributornya di Surabaya.


Logged
erisidharta
Newbie


Points: 0
Posts: 4


View Profile
« Reply #3 on: 23 October 2009, 13:57:11 WIB »

saya udah pernah minum kopi luwak. biji cari sendiri di hutan kopi (kebun kopi maksutnya :p ) di kalibaru, trus bijinya sy masak sendiri jg.

sebenernya pencernaan luwak itu kan gak sempurna, jd koppi yg dimakan dicerna kulitnya aja.dan enzim di perut luwak bikin pait kopi ilang sampe 90%. sama kayak kopi yg udah disimpen selama kurang lebih 5 taun.kopi luwak yg sy konsumsi adalah jenis kopi robusta.

utk rekan2 yg pernah coba kopi luwak tapi ada paitnya, ada kemungkinan kopi luwak itu palsu. setelah beberapa kali minum kopi luwak sy jd ingat betul gimana rasanya.

rasa kopi luwak itu : gak ada pait2nya (kira2 cuman 10-20% pait kopi biasa) , dan kayak ada rasa obatnya. aroma cenderung tipis tapi tetep khas kopi. paling enak minum tanpa gula alias lawaran.

kopi luwak karakternya beda sama sekali dengan kopi kolombia.jd jagan harap bisa dapet citarasa yg sama. bagi penggemar kopi mandailing dan toraja bisa2 kopi luwak gak dianggep kopi lagi saking tipisnya rasanya Cheesy

Logged
gelas_pecah
Newbie


Points: 0
Posts: 30


om_iyok
View Profile
« Reply #4 on: 23 October 2009, 18:31:04 WIB »

baru 2x Roll Eyes
yg pertama disalah satu kota besar di jawa timur,rasanya...... Roll Eyes Roll Eyes Roll Eyes
mantabh jaya raya......
enak buanget,dengan taste yg smoth,aroma mantab,dan yg paling suka,after tastenya yg panjang

ke2,
di salah satu kota besar di jawa barat.ga jauh beda dr yg pertama,cuma tetep mantab yg pertama,mungkin beda teknik dan alat pembuatnaya,tp overall:mantabh jaya
Logged
freeztme
Newbie


Points: 0
Posts: 1


View Profile
« Reply #5 on: 25 October 2009, 03:50:51 WIB »

bro, setahu saya asal kopi luwak itu adalah dari kotoran binatang luwak (binatang sejenis musang), alasan kenapa luwak salah satunya karena luwak daya penciuman sangat tajam, makanya diaa bisa memilah-milah mana yang sudah matang dan enak rasanya... hal dilakukan itu karena untuk menghasilkan rasa yang enak biji kopi luwak itu susah untuk di prosesnya..
nah bro Eri, saya minta bimbingannya apakah itu benar dilakukan? apakah sudah dibuat suatu mesin untuk mengatasi supaya tidak dimakan kan ke luwak gt?? soalnya kalo dipikir-pikir wah butuh luwak berapa banyak untuk menghasilkan 1truk bubuk kopi luwak yang dipasarkan...
maafkan saya kalau saya salah.. trimakasih sebelumnya

 
saya udah pernah minum kopi luwak. biji cari sendiri di hutan kopi (kebun kopi maksutnya :p ) di kalibaru, trus bijinya sy masak sendiri jg.

sebenernya pencernaan luwak itu kan gak sempurna, jd koppi yg dimakan dicerna kulitnya aja.dan enzim di perut luwak bikin pait kopi ilang sampe 90%. sama kayak kopi yg udah disimpen selama kurang lebih 5 taun.kopi luwak yg sy konsumsi adalah jenis kopi robusta.

utk rekan2 yg pernah coba kopi luwak tapi ada paitnya, ada kemungkinan kopi luwak itu palsu. setelah beberapa kali minum kopi luwak sy jd ingat betul gimana rasanya.

rasa kopi luwak itu : gak ada pait2nya (kira2 cuman 10-20% pait kopi biasa) , dan kayak ada rasa obatnya. aroma cenderung tipis tapi tetep khas kopi. paling enak minum tanpa gula alias lawaran.

kopi luwak karakternya beda sama sekali dengan kopi kolombia.jd jagan harap bisa dapet citarasa yg sama. bagi penggemar kopi mandailing dan toraja bisa2 kopi luwak gak dianggep kopi lagi saking tipisnya rasanya Cheesy


Logged
iose
Newbie


Points: 0
Posts: 63



View Profile WWW
« Reply #6 on: 26 October 2009, 20:11:49 WIB »

sepengalaman saya konsultasi ama juragan kopi yang uda sesepuh di kampung mbah saya:

kopi luwak tidak mungkin dijual dalam partai besar, apalagi dihidangkan dengan kontinuitas yang terus menerus, karena betul, sepeerti yang dibilang ama bro freztme, kopi luwak itu kopi yang dimakan ama luwak. karena binatang luwak itu penciuman tajam dan mereka selalu memilih biji kopi yang terbaik saja, oleh sebab itu biji kopi luwak memang biji kopi terbaik,  dengan pencernaan yang mengandung asam yang tinggi, sehingga rasa kopi luwak akan terasa agak asam. biji kopi luwak yang ada di pasaran kalau hasil dari penangkaran luwak maka tidak sah lagi sebagai kopi luwak aseli indonesia yang dibanggakan, karena dengan sistem penangkaran, maka sang luwak dibiarkan kelaparan sehingga memakan segala jenis makanan yang diberikan.

harga kopi luwak yang asli berkisar antara US$ 300 s/d US$ 600 tergantung dari jenis kopi yang dimakan oleh si luwak. Sedangkan untuk menikmati secangkir kopi luwak yang asli, itu berkisar antara US$ 25 s/d US$ 55 / cup size ukuran antara 6 s/d 8 oz.

Jadi kalau ada yang jual kopi luwak di bawah harga itu, kemungkinan itu palsu atau hasil luwak tangkar. dimana rasanya tidak seenak kopi luwak yang aseli.

Kopi luwak yang asli rasanya agak asam di ujung, harumnya mantab, pahitnya pas, tidak perlu gula / pemanis lainnya. segitu dulu, kalo ada yang mau tambahin dipersilahkan.
Logged

ariswin
Newbie


Points: 0
Posts: 5



View Profile Email
« Reply #7 on: 27 October 2009, 05:25:08 WIB »

wah kebetulan nih...
sekalian ane buka lapak disini ya  Grin
Ane jual kopi luwak robusta asli tanpa campuran hasil budidaya
Luwak dipenangkaran ada 30 ekor
Emang tiap bulan ga bisa produksi terus, tergantung musim kopi. Tp waktu musim kopi stok diperbanyak.
Silahkan berkunjung ke toko ane di http://www.tokokusip.com
Kami udah banyak kirim ke seluruh pelosok indonesia termasuk luar negeri.
Ada sertifikat Dinas kesehatan.
Logged

a cup of coffee
Newbie


Points: 0
Posts: 14


View Profile Email
« Reply #8 on: 27 October 2009, 11:40:00 WIB »

biji kopi luwak yang ada di pasaran kalau hasil dari penangkaran luwak maka tidak sah lagi sebagai kopi luwak aseli indonesia yang dibanggakan, karena dengan sistem penangkaran, maka sang luwak dibiarkan kelaparan sehingga memakan segala jenis makanan yang diberikan.

Menurut info yg saya dapatkan dari seorang teman yg bekerja pd cafe yg memang menyediakan Civet Coffee / Kopi Luwak dari hasil perkebunan di sekitar Ijen.

Luwak adalah hewan yg masih berkerabat dengan musang. Di alam itu sendiri luwak ada 2 jenis yakni Luwak pemakan kopi (cherryes) dan Luwak yg bukan pemakan kopi. Luwak itu sendiri memiliki insting alami hanya memakan Cherryes-cherryes (buah kopi) yg terbaik hasil seleksi alami, bukan yg terbaik menurut manusia. Mengapa harga kopi Luwak bisa semahal itu ? Karena asumsi 100kg buah kopi (cherryes) yg di tebar untuk di konsumsi Luwak, maka kopi Luwak yg diperoleh tidak sampai / kurang dari 100kg, hal ini disebabkan oleh proses seleksi alami Luwak tadi.

Jenis Luwak yg bukan pemakan kopi memang bukan pilihan Luwak terbaik untuk menghasilkan kopi Luwak, ini karena Luwak butuh adaptasi lingkungan yg lama untuk merubah kebiasaan makannya yakni memakan buah kopi (cherryes). Oleh karena butuh adaptasi, maka waktu memanen kopi Luwak yg sebenarnya jadi terhambat lagi maka hasilnya akan lebih sedikit dibanding jenis Luwak pemakan cherryes.

Tidak ada perbedaan mana jenis Luwak terbaik dari kedua jenis diatas. Perbedaan hanyalah pada pola kebiasaan makan Luwak itu sendiri, yang mana Luwak pemakan cherryes yg memiliki waktu yg singkat untuk menghasilkan kopi Luwak tanpa menunggu proses adaptasi Luwak itu sendiri. Pertanyaan selanjutnya: Kalo bukan musim kopi lantas apa makanan Luwak pemakan cherryes ? Jawab: Pada waktu bukan musim kopi, Luwak tetap diberi makan daging dan buah-buahan lainnya untuk mengimbangi kadar gizi dan Luwak itu sendiri.

Maka, statement tentang kopi Luwak dari hasil penangkaran tidak sah, sebenarnya kurang tepat. Penangkaran hanya bertujuan untuk merangkum Luwak-Luwak pada area tertentu agar lebih mudah memanen biji kopi Luwak dari hasil kotoran luwak, dari pada di biarkan lepas berkeliaran pada area perkebunan kopi yg seluas itu. Sekian.

Semoga berkenan, terima kasih telah menshare topik yg mungkin berguna buat kita semua. Akhir kata, mohon maaf jika terdapat kesalahan kata / penulisan.
Logged
iose
Newbie


Points: 0
Posts: 63



View Profile WWW
« Reply #9 on: 27 October 2009, 19:34:28 WIB »

@a cup of coffee... wah thanks atas share nya... kalau memang ada luwak yang di tangkar seperti itu seharusnya ngga terlalu berbeda dengan luwak yang liar di perkebunan ya...
Logged

Pages: [1] 2
Print
Jump to: