Sowa
Newbie
Points: 0
Posts: 8
|
 |
« Reply #20 on: 09 December 2009, 12:45:55 WIB » |
|
enakan arabica...lebih mantap gitu deh  , tapi lebih suka lagi kalo dicampur mandailing
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
Blekoffie
Newbie
Points: 0
Posts: 23
Ngopi untuk hidup, hidup untuk ngopi
|
 |
« Reply #21 on: 16 December 2009, 13:31:29 WIB » |
|
arabica: kadar asamnya lebih rendah, cafein lebih rendah, aromanya lumayan, sering di sebut coffee premium, di pasar internasional lebih mahal dari robusta. taste lembut Robusta: tentu saja kadar cafein lebih tinggi, aftertaste-nya aga asem, lebih kuat, sering di buat coffee instant, harganya lebih murah...
begitu sih yang saya tau...
hihihi..., gak kebalik tuh gan? bukannya justru arabica itu kadar asamnya cukup tinggi, klo robusta itu justru pahit.. menurut saya siyh.., tp bisa di cek kok diartikel2..
|
|
|
|
|
Logged
|
Your Pleasure, Blekoffie can't smile without coffee
|
|
|
rishadmr5886
Newbie
Points: 0
Posts: 16
|
 |
« Reply #22 on: 16 December 2009, 20:18:07 WIB » |
|
klo mau begadang sampe pagi, minum robusta dijamin melek dibandingin sm arabica hehe.
I Love Arabica
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
masbayu
Newbie
Points: 0
Posts: 5
|
 |
« Reply #23 on: 18 January 2010, 10:26:04 WIB » |
|
arabica: kadar asamnya lebih rendah, cafein lebih rendah, aromanya lumayan, sering di sebut coffee premium, di pasar internasional lebih mahal dari robusta. taste lembut Robusta: tentu saja kadar cafein lebih tinggi, aftertaste-nya aga asem, lebih kuat, sering di buat coffee instant, harganya lebih murah...
begitu sih yang saya tau...
hihihi..., gak kebalik tuh gan? bukannya justru arabica itu kadar asamnya cukup tinggi, klo robusta itu justru pahit.. menurut saya siyh.., tp bisa di cek kok diartikel2.. oohh.. saya salah ya? map deh, setahu saya gitu, krn saya ga begitu suka robusta krn asem  nanti saya revisi deh pemahaman saya hehehe btw, kalo bisa ngumpul enak bgt neh para penggemar kopi... tuker info, pengalaman, or sekedar ngopi bareng..
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
beancoolencoffee
Newbie
Points: 0
Posts: 29
|
 |
« Reply #24 on: 22 January 2010, 04:30:01 WIB » |
|
kalau saya mau minum kopi , bukan mau minum enak...haaaaaa pertanyaannya ngga bakal ada jawabannya bos,,, itu bukan compare, wong 2 jenis yang berbeda,, kalau mau compare itu sesama robusta,,atau sesama arabika, itupun masih sulit nyari jawabannya...heeee,,, tapi saya sampai mati tetap percaya bahwa,,kopi bengkulu adalah terbaik didunia.. tanah terbaik untuk kopi robusta adalah curup & kepahiang..(sok fanatic gw ya,,,heeeee) karena abis masa ditanemin cokelat ,,tanahnya kaga mau,,.padahal cokelat lebih mahal dari kopi...kan lucu...maunya kopi aja......(udah nyaman kata tanahnya) hihihih mungkin kutukan bumi... 
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|
admin
|
 |
« Reply #25 on: 23 January 2010, 14:20:56 WIB » |
|
kalau saya mau minum kopi , bukan mau minum enak...haaaaaa pertanyaannya ngga bakal ada jawabannya bos,,, itu bukan compare, wong 2 jenis yang berbeda,, kalau mau compare itu sesama robusta,,atau sesama arabika, itupun masih sulit nyari jawabannya...heeee,,, tapi saya sampai mati tetap percaya bahwa,,kopi bengkulu adalah terbaik didunia.. tanah terbaik untuk kopi robusta adalah curup & kepahiang..(sok fanatic gw ya,,,heeeee) karena abis masa ditanemin cokelat ,,tanahnya kaga mau,,.padahal cokelat lebih mahal dari kopi...kan lucu...maunya kopi aja......(udah nyaman kata tanahnya) hihihih mungkin kutukan bumi...  bener juga bro, sependapatan... eh.. sependapat!  emang susah banget enakan mana antara arabica dan robusta... coz itu kembali ke selera masing2... dan bener banget, arabica dan robusta itu tidak bisa dibandingkan karena berbeda kategori... wah tanah bengkulu keren juga yah... kayaknya udah ga mau kelain hati lagi tanah-nya... tanah-nya udah jatuh hati ke kopi!  btw nice inpoh... 
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
G-Zhang
Newbie
Points: 0
Posts: 15
|
 |
« Reply #26 on: 27 January 2010, 23:17:35 WIB » |
|
kalo saya milih robusta karena masalah selera.,.namun terkadang saya blend antara arabica 30% dan robusta 70%.
Benar bahwa kandungan kafein robusta lebih tinggi daripada arabica, jumlah sekitar 2x lipat kandungan arabica.
Robusta banyak dijadikan kopi Instant? Tidak benar. Baik kopi robusta dan arabica bisa dijadikan kopi instant. Namun karena kopi arabica lebih banyak dikonsumsi di dunia karena itulah kopi arabica lebih banyak dijadikan instant, namun kebanyakan produsen kopi instant telah melakukan blending terlebih dahulu. Saya katakan di dunia tidak berarti Indonesia adalah pengkonsumsi Arabica. Hampir 90% orang Indonesia yang pengopi mengkonsumsi kopi Robusta. Orang-orang di luar negeri terutama bule lebih menyukai kopi Arabica.
Perbedaan kopi Arabica dan Robusta. - Fragrance (wangi kopi sebelum diseduh) Arabica cenderung mengeluarkan wangi seperti rempah herbal dan floral (wangi rempah dan floral adalah tipikal untuk kopi arabica dari Jawa dan Aceh, saya tidak menyebutkan kopi Arabica dari luar negeri karena saya belum pernah mencoba, aroma arabica dari luar negeri bahkan juga bisa mengeluarkan wangi seperti berry, nutty, dll selain wangi herbal dan floral tersebut). Fragrance Robusta cenderung mengeluarkan wangi seperti chocolate, woody (kayu) atau earthy (bau tanah tipikal kopi sumatera). Jadi bisa dikatakan arabica lebih wangi daripada robusta. - Acidity (keasaman) arabica lebih tinggi daripada robusta. karena faktor inilah orang indonesia kurang menyukai arabica.. - Body / Mouthfeel Arabica lebih rendah daripada Robusta. Saya ngga tau gimana jelasin body itu, tapi yang jelas lidah saya bisa membedakannya. Body inilah yang membuat Robusta disukai pengopi Indonesia, bahkan Nescafe Indonesia pada produknya turut mencampurkan robusta pada produk mereka karena kebiasaan lidah Indonesia. Nescafe di luar negeri 100% arabica kecuali pada produk tertentu yang telah dicantumkan informasi blendingnya, selain itu Robusta juga dibutuhkan oleh cafe-cafe atau pengolah kopi untuk dijadikan campuran pada produk mereka. - Bitterness (tingkat kepahitan) Robusta lebih pahit dibandingkan arabica. Namun terkadang bitterness juga dipengaruhi oleh faktor tingkat kematangan hasil goreng. Akan tetapi bila digoreng pada tingkat kematangan yang sama, tetap saja robusta lebih pahit daripada arabica. - Perbedaan arabica dan robusta saya bantu jelaskan dari sisi konsumsi-nya, sebenarnya masih banyak perbedaan kopi arabica dan robusta yang bisa dijabarkan seperti perbedaan bentuk fisik dan karakteristik pohon, ketinggian penanaman pohon kopi, bentuk fisik biji, tingkat kematangan dalam penyangraian, hingga proses pemisahan biji dari buahnya.
Tidak benar kalo membedain arabica dan robusta itu susah. Jika dilakukan blind test saya dapat membedakan arabica dan robusta, bahkan bila diblend sekalipun. rahasianya? berlatih. Belilah produk kopi arabica dan robusta, seduhlah bersama-sama, jangan dikasih gula lalu seruputlah..rasakan bedanya..anda akan bisa membedakannya.
|
|
|
|
« Last Edit: 27 January 2010, 23:23:56 WIB by G-Zhang »
|
Logged
|
|
|
|
rama3i
Newbie
Points: 0
Posts: 88
Up up and away....
|
 |
« Reply #27 on: 28 January 2010, 08:06:37 WIB » |
|
^ Nice share gan... Dapet ilmu baru lagi  ... Klo dipikir2 bener jg ya. Kopi arabica indo cenderung disukai sama bule. Klo orang indonya lebih suka kopi robusta. Mungkin karena kopi robusta lebih kentel ya gan (ini yg dinamakan body bukan yah  ), dan orang indo cenderung lebih seneng kopi yg kentel. Dan dari pengamatan di forum ini, rata2 se bilang gitu. Kopi maknyus = kopi kentel plus dkk (dkk nya terserah yg minum). Pernah denger jg nih, biasanya robusta ditambahkan di beberapa blend buat nambah body sama crema. Itu bener tah gan?
|
|
|
|
« Last Edit: 28 January 2010, 08:15:30 WIB by rama3i »
|
Logged
|
|
|
|
gotoprast
Coffee Lover
Points: 0
Posts: 167
|
 |
« Reply #28 on: 29 January 2010, 13:29:51 WIB » |
|
informasi yang sangat bermanfaat bung G-Zhang  saya juga pernah coba bandingkan arabica dan robusta dalam waktu bersamaan...memang benar arabisa lebih asam ketimbang robusta dan lagi2 benar....untuk tastenya saya lebih suka robusta  memang lidah ga pernah bohong 
|
|
|
|
|
Logged
|
CoffeeNESIA
|
|
|
G-Zhang
Newbie
Points: 0
Posts: 15
|
 |
« Reply #29 on: 29 January 2010, 17:27:27 WIB » |
|
^ Nice share gan... Dapet ilmu baru lagi  ... Klo dipikir2 bener jg ya. Kopi arabica indo cenderung disukai sama bule. Klo orang indonya lebih suka kopi robusta. Mungkin karena kopi robusta lebih kentel ya gan (ini yg dinamakan body bukan yah  ), dan orang indo cenderung lebih seneng kopi yg kentel. Dan dari pengamatan di forum ini, rata2 se bilang gitu. Kopi maknyus = kopi kentel plus dkk (dkk nya terserah yg minum). Pernah denger jg nih, biasanya robusta ditambahkan di beberapa blend buat nambah body sama crema. Itu bener tah gan? Kalo robusta ditambahkan di beberapa blend buat nambah body itu benar, karena karakter kopi robusta memang full body-nya..kalo crema, maaf saya kurang tau,gan..kalo yang dimaksud busa kopi yang muncul ketika kopi diseduh, baik kopi arabica maupun robusta memang mengandung busa ketika diseduh, terutama sebelum di-crust..
|
|
|
|
|
Logged
|
|
|
|
|